MAPSI Cetak Ilmuwan Psikologi Berkarakter Bangsa

Sumber Foto: Dok.Humas Untag Sby
 
Selasa, (12/2) Program Studi Magister Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya (MAPSI UNTAG) Surabaya mengadakan Open House bertemakan ‘Ilmuwan Psikologi Berkarakter Bangsa’. Bertempat di Meeting Room Gedung Graha Wiyata lt. 1, acara tersebut diikuti oleh mahasiswa dan alumni MAPSI Untag Surabaya serta mahasiswa Psikologi dari Universitas di Surabaya.

Open House ini menjadi media bagi calon mahasiswa MAPSI untuk bertukar informasi dan membagikan pengalaman terkait MAPSI Untag Surabaya”, tutur Dekan Fakultas Psikologi-Dr. Suroso, MS., Psikolog dalam sambutannya. Melalui Open House ini MAPSI ingin memberikan gambaran konkret dan faktual agar calon mahasiswa tidak mendapatkan informasi fiktif. “Mahasiswa yang telah menyelesaikan studi MAPSI, kami harapkan membagi pengalaman mulai dari masuk sebagai mahasiswa baru, belajar, hingga menyelesaikan studi,” kata Suroso.

Open House dipandu oleh Karolin Rista, S.Psi., M.Psi., Psikolog yang tampil sebagai moderator bersama 5 narasumber. Bawinda Sri Lestari, SH., M.Psi., CPS salah satu narasumber yang juga Alumni MAPSI mengungkapkan bahwa Psikologi tidak pernah ada di benaknya karena dia memegang gelar Sarjana Hukum dan memulai karir di media. “Saya sekolah di sekolah kepribadian, ternyata mengasyikkan. Hingga saya ingin belajar psikologi. Karena S1 saya bukan Psikologi saya ditolak mentah-mentah. Kemudian diarahkan ke MAPSI,” kata Bawinda. Dia menuturkan bahwa di awal kuliah pernah mengalami kesulitan memahami istilah Psikologi.

Terkait kesulitan di awal kuliah, Riska Tantri Maharani, S.Psi. mengatakan, “Semua bisa belajar dari awal. Jangan khawatir, ada matrikulasi dan pengembangan. Apalagi di awal kami wajib mengikuti TPA dan Tes Wawancara.” Lebih lanjut dijelaskan oleh Riska bahwa sejak semester 1 mahasiswa MAPSI diajari untuk penelitian. Sehingga harus menyicil, misalnya mulai mencari jurnal. Tak hanya kurikulum, Ferdika Amirul Fajri, S.Psi. turut menambahkan, MAPSI mempunyai banyak jaringan. “Saya bangga bisa berkuliah disini karena banyak teman saya saat S-1 ingin melanjutkan di MAPSI. Bahkan dosen-dosen saya juga banyak yang alumni MAPSI. Di sini persaudaraan terasa erat,” katanya.

Fandi Maramis, ST. juga merasakan manfaat berkuliah di MAPSI meskipun dia berasal dari S1 Kimia. Pria yang berprofesi sebagai Wakil Kepala Sekolah bidang kesiswaan ini mengaku bahwa hal ini berawal dari kesulitannya dalam menangani siswa, “Dulu ketika ada siswa telat, saya langsung marah karena saya memikirkan hasil. Sekarang saya memikirkan proses.” Menurutnya berkuliah di MAPSI tidak hanya mengubah paradigma tetapi juga mengubah karakter saya. Hal senada disampaikan oleh Fidia Astuti, S.Psi., M.Psi. “Tak perlu diragukan, berkuliah MAPSI sangat bermanfaat bagi saya. Apalagi saya terkesan ketika wisuda ada para narasumber berpesan bahwa kita boleh menjadi orang sukses, tetapi jangan lupakan integritas,” tukasnya. (um/aep)

www.untag-sby.ac.id 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Fakultas Psikologi Hadirkan Guru Besar dari Singapura